Kamis, 03 Juli 2014

REKONSILIASI BANK

Rekonsiliasi Bank adalah suatu proses untuk mencocokan saldo bank dengan saldo perusahaan pada akhir periode tertentu. Dengan adanya rekonsiliasi bank, maka dapat diketahui penyebab terjadinya perbedaan antara saldo bank dengan saldo perusahaan.

Hal-hal yang menyebabkan adanya perbedaan :

  1. Hal-hal yang sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicatat oleh bank
    1. Deposit in transit / setoran dalam perjalanan : Setoran dari perusahaan pada akhir bulan.
    2. Outstanding checks / cek yang masih beredar : cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat perusahaan, tetapi belum dicairkan / belum dibayarkan oleh bank.
  2. Hal-hal yang sudah dicatat oleh bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan
    1. Inkaso : Penerimaan uang untuk kepentingan nasabah dari klien. Seperti penagihan piutang, wesel tagih, pendapatan bunga.
    2. Electronic Fund Transfer (EFT) : Penerimaan dan pembayaran kas atas nama nasabah.
    3. Beban Administrasi (Bank Services Charges) : Biaya bulanan yang dikenakan oleh bank ke rekening perusahaan.
    4. Pendapatan bunga atas rekening perusahaan (Jasa Giro) : Pembayaran bunga atas nilai saldo yang dimiliki di rekening perusahaan.
    5. Not Sufficient Fund (Cek Kosong) : Cek dari pelanggan yang tidak ada dananya atau dananya tidak cukup.
    6. Cek yang ditagih, disetorkan dan dikembalikan kepada si penerima oleh bank karena sebab lain selain cek kosong, seperti : * Rekening nasabah pembuat cek sudah ditutup, * tanggal sudah kadaluarsa, * tanda tangan tidak sah, * cek sudah digangti, * formulir cek sudah tidak memenuhi syarat.
    7. Biaya pencatatan cek : sifatnya sama seperti beban administrasi.
    8. Biaya pencatatan cek : dilakukan oleh pihak bank ataupun perusahaan karena human error.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBUAT LAPORAN REKONSILIASI BANK
  1. Mencantumkan dua nilai sisa menurut rekening koran bank dan menurut buku perusahaan.
  2. Menambahkan dan mengurangi nilai sisa menurut bank.
  3. Menambahkan dan mengurangi nilai sisa menurut buku perusahaan.
  4. Menghitung nilai akhir untuk kedua nilai sisa (harus balance)
  5. Membuat jurnal untuk mencatat penyesuaian yang terjadi pada perusahaan.
  6. Memperbaiki kesalahan pada buku perusahaan dan memberitahukan bank mengenai kesalahan yang dibuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar